Thursday, 15 January 2015

Kitab Tanbihul Ghafilin, Tentang Doa

Abul-Laits Assamarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata:
artinya; siapa yang diberi rizqi lima macam, maka tidak akan diharamkan dari tambahan karena firman Allah: La'in syakartum la adzidannakum (jika kau syukur pasti akan kami tambah untukmu). dan siapa yang diberi sabar maka tidak akan diharamkan dari pahala, karena firman Allah : innamaa yuwaffas shaabirunna ajrahum bighairi hisaab. (sesungguhnya orang-orang yang sabar akan diberi pahala mereka tanpa hisab (hitungan)). dan siapa yang diberi tobat tidak diharamkan dari penerimaan, karena firman Allah: Wahuwalladzi yaqbaluttaubata an ibaadihi. (Dialah Allah yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya). dan siapa yang diberi istighfar tidak akan diharamkan dari pengampunan, karena firman Allah : Istighfiruu robbakum innahu kaana ghaarfaaraa. (bacalah istighfar, sesunggunya Tuhanmu Maha Pengampun) dan yang diberi do'a maka tidak akan diharamkan dari penerimaan (ijaba), karena firman Allah : Ud'uuni as tajib lakum (berdo'alah kamu niscaya Aku terima untukmu). kemudian ada riwayat yang keenam yaitu: siapa yang bersedekah, maka tidak akan diharamkan dari ganti, karena firman Allah: Wamaa anfaqtum min syai'in fahuwa yukh lifuhu. (Dan semua yang kamu nafkahkan (sedekahkan) dari sesuatu, maka Allah akan menggantinya.



Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a berkata: Nabi s.a.w bersabda: arttinya: Tiada seorang muslim berdo'a melainkan pasti diterima, maka ada kalanya disegerakan pemberian hajatnya di dunia, atau disimpan untuknya di akhirat, atau digunakan untuk menebus dosa-dosa menurut kadar do'anya, selama tidak berdo'a untuk dosa atau untuk memutuskan hubungan famili.

Yasid Arraqqasyi berkata: bila telah tiba hari qiyamat, maka Allah akan menghidangkan pada setiap hamba, do'a yang telah diminta, tetapi tidak diberi di dunia, maka diberitahu: Hamba-Ku telah berdo'a pada hari ini, tetapi Aku tahan do'amu itu, dan inilah pahalanya, maka selalu hamba itu diberi pahala sehingga ia ingin sekiranya semua do'anya itu hanya dibalas di akherat dan tidak diberi didunia. karena ia merasa betapa besar yang didapat di akherat itu.

Annu'maan bin Basyir r.a. berkata: Nabi s.a.w. bersabda: artinya: Addu'aa'u huwal ibaadah (Do'a itu ialah ibadah, yaitu arti mengabdikan diri kepada Allah). Kemudian Nabi s.a.w membaca ayat: wa qaala rabbukum ud'uuni astajiblakum. Innal ladziina yastakbiruuna an ibaadati sayad khuluna jahannama daakhiriin. (Tuhanmu telah berfirman Berdo'alah kamu dan mintalah kamu kepada-Ku, niscaya Aku menerima permintaanmu, sesungguhnya mereka yang sombong tidak mau ibadat (berdo'a minta kepada-Ku, mereka akan masuk kedalam jahannam sebagai seorang hina dina (Almu'min/Ghaafir 60).

Alhasan Albashri berkata: Nabi s.a.w. bersabda; artinya:
Selalu seorang hamba dalam kebaikan selama ia tidak keburu. Sahabat bertanya: Bagaimana keburunya ya Rasulullah? Jawab Nabi s.a.w.: ia berkata: saya telah berdo'a dan belum diterima untukku.

Alhasan sambang Abu Usman yang sedang sakit, lalu dikatakan kepada Abu Usman: Hai Abu Usman berdo'alah dengan do'a yang telah kamu ketahui untuk orang yang sakit, maka ia mulai do'a dengan puja puji syukur kehadirat Allah lalu membaca beberapa ayat dari kitab Allah, lalu membaca selawat Nabi s.a.w. lalu mengangkat kedua tangannya dan kami juga mengangkat tangan kami, dan sesudah selesai ia berkata: Terimalah kabar gembira bahwa Allah telah menerima do'a kita semua. Alhasan: Engkau berani menyatakan sesuatu atas nama Allah? Jawabnya: Ya, ya hasan, andaikan kamu menceritakan kepadaku suatu hadits, tentu saya percaya, maka bagaimana saya tidak akan percaya kepada Allah, padahal Dia telah berfirman: Ud'uuni astajib lakum (Berdo'alah kamu kepada-Ku niscaya Aku terima). dan ketika telah keluar semua tamu Alhasan berkata: Sungguh ia lebih mengerti dari padaku.

Nabi Musa a.s. Tanya kepada Tuhan: artinya: pada saat apakah yang baik berdo'a kepada-Mu, supaya segera Engkau terima. Jawab Tuhan: Engkau hamba-Ku dan Aku Tuhanmu, bila saja engkau berdo'a, pasti aku terima. Maka diulang pertanyaan itu beberapa kali, kemudian Tuhan berfirman: Berdo'alah ditengah malam, maka pasti akan Aku terima meskipun dari tukang menagih pajak cukai.

Rabi'ah Al-adawyah ketika pergi ke kubur bertemu pada seseorang, lalu orang itu berkata: Do'akan aku kepada Allah? Jawab Rabi'ah: Semoga Allah merahmati engkau, ta'atlah kepada Allah, kemudian kamu minta (berdo'a) niscaya Allah akan menerima dari padamu, sebab Allah menerima do'a seorang yang benar-benar terpaksa dan minta kepada-Nya

Al-A'masy dari Malik bin Alhaarits berkata: Allah berfirman: Man syaghalahu dzikri an mas'alati a'thaituhu afdhala maa u'this saa'iliin (Siapa yang sibuk kepada dzikir sehingga tidak sempat minta-minta kepada-Ku, niscaya aku akan memberi kepadanya sebai-baik (seutama-utama) apa yang kau berikan kepada orang yang minta-minta)

Ja'far bin Barqaan dari Shalih bin Yasaar berkata. Allah berfirman: Tad'uunani wa quluubukum mu ridhatun anni, fabaa thilun maa tadz habuun. (Kamu berdo'a (meminta kepada-Ku) tetapi hatimu berpaling dari pada-Ku, maka sungguh palsu apa yang kau perbuat).

Seorang Hakim ditanya: mengapakah kami berdo'a tetapi tidak juga diterima, padahal Allah telah berfirman: Ud'uuni astajib lakum (berdo'alah kamu niscaya aku terima)? Jawabnya: karena kamu melakukan tujuh macam yang menyebabkan tertolaknya do'amu dari langit. Ditanya: apakah sebab-sebab itu? jawabnya: 1. kamu telah melakukan amal yang memurkakan Tuhan dan tidak bertobat serta menyesali perbuatan itu. 2. kamu tidak berkata: kami hamba Allah tetapi tidak berlaku sebagai hamba yang patuh ta'at pada majikannya. 3. kamu membaca Alqur'an tetapi tidak memperhatikan perintah-perintah dan larangan-larangan yang di dalamnya. 4. kamu mengaku: kami Ummat Muhammad, tetapi tidak melakukan sunnahnya, yakni masih tetap makan yang haram. 5. kamu telah mengakui bahwa dunia ini tidak berharga disisi Allah walau sesayap nyamuk, tetapi merasa tenang tenteram kepadanya. 6. kamu berkata bahwa dunia ini akan hilang, tetapi kamu berbuat Seakan-akan kekal selamanya. 7. kamu mengakui bahwa akhirat itu lebih baik dari dunia, tetapi tidak sungguh-sungguh dalam usaha amal akherat, bahkan masih mengutamakan dunia dari pada akherat.

Abul-Laits berkata: seharusnya yang berdo'a minta kepada Allah suci perutnya dari makanan yang haram, sebab yang haram itu menghalangi diterimanya do'a

Sa'ad bin Abi Waqqash r.a. berkata: artinya: Ya rasulullah saya telah berdo'a tetapi tidak diterima. Jawab Nabi s.a.w. Ya Sa'd ijtanibil haraama fainna kulla bath nin dakhala fihi luqmatun min haraam laa yustajaabu do'aa uhu arba'iina yauma. (Hai sa'd tinggalkan makanan yang haram, maka tiap perut yang telah kemasukan sesuap dari yang haram, maka tidak akan diterima do'anya selama empat puluh hari).

Juga seorang yang berdo'a tidak boleh keburu, sebab dia harus mengerti bahwa do'a pasti diterima, hanya saja saat pelaksanaannya tetap ditangan Tuhan, segera atau lambat di tunda di akherat, maka semua itu terserah pada kekuasaan dan kehendaak Allah.

Nabi musa ketika berdoa'a untuk kebinasaan fir'aun dan telah diaminkan oleh Nabi Harun a.s. langsung Allah berfirman: Qad ujibat da'watukumaa fastaqiima (Sungguh telah diterima do'a kam berdua maka kamu tetapkan istiqamah) Ibn abbas r.a. berkata: antara do'a dan terlaksananya kebinasaan fir'aun itu kira-kira empat puluh tahun.

Yazid Arraqqaasyi berkata: rasulullah s.a.w. bersabda: Idzaahabba Allahu abdan dharaba wajhahu bilbalaa'i, kamaa tudhrabulghariibatu minal ibili an hiyadii maa'i, fayakuna marhumman diahlisamaa'i. (jika Allah kasih pada seorang hamba maka Allah memukul mukanya dengan balaa', sebagaimana onta yang baru dilatih dijauhkan dari tempat air, supaya dikasihi oleh penduduk langit). dan tiap do'a yang di panjatkan manusia kepada Allah pasti diterima dan diberi salah satu dari tiga macam, segera diberi hajatnya, atau dijadikan penebus dosanya, atau disimpan untuk akherat.

seorang hakim berkata: empat macam orang yang tidak akan merasakan bahagia 1. orang yang bakhil terhadap membaca salawat Nabi s.a.w. (yakni bila ia mendengar nama Nabi s.a.w. disebut lalu ia tidak membaca selawat) 2. orang yang tidak suka menjawab suara panggilan mu'adzdzin. 3. orang yang dimintai bantuan untuk kebaikan lalu tidak suka membantu. 4. orang yang tidak suka berdo'a untuk dirinya dan kaum mu'minin sesudah sembahyang.

Abdullah al-inthaki berkata: obat hati itu ada lima macam 1. bergaul (bekumpul) dengan orang-orang shalihin. 2. suka membaca dan memperhatikan Alqur'an 3. membersihkan perut dari makanan haram. 4. suka sembahyang malam. 5. Dzikir berdo'a kepada Allah kerika shubuh.

Ibn Abbas r.a. berkata: Nabi s.a.w. bersabda: artinya:
jika kamu minta-minta kepada Allah maka mintalah dengan menengadahkan (mengangkat) tangan (dengan perut tapak tangan) dan jangan di balik kemudian jika selesai minta, maka usapkan tapak tangan itu ke mukamu.

WALLAHU A'LAM

No comments:

Post a Comment